Yuk, Hitung Untung Rugi Pinjaman Online

Jaman serba canggih, serba online, tak hanya dari kemudahan komunikasi. Utang piutang pun menjadi salah satu yang ditawarkan di era revolusi industri 4.0 ini, melalui layanan pinjaman online. Sudah jadi rahasia umum jika untuk mengajukan kredit tak perlu ribet melengkapi dokumen untuk diserahkan kepada pihak bank. Belum lagi jika pekerjaan yang menjadi tanggungjawab harus ditinggalkan sementara untuk mengurus pengajuan kredit. Ribet, buang waktu dan tenaga pula! 

Berdasarkan pengalaman beberapa orang, pinjaman online tak kalah beda dengan rentenir. Dari ngerinya cara para ‘rentenir’ menagih utang sebelum waktunya. Padahal menurut para nasabah, jatuh tempo utangnya masih cukup lama sehingga rasanya cukup aneh jika ditagih beberapa hari sebelumnya. Kadang juga kewajiban sudah dibayarkan, namun masih tetap ditagih. Aneh, ya. 

Pinjaman Online

Belum lagi cara penagihan yang dinilai tidak sopan dan tidak manusiawi, yang beberapa di antaranya tersebar dan viral di media sosial. Salah satunya melalui telepon langsung kepada para nasabah yang dinilai belum bayar kewajibannya, si pemberi utang atau kreditur maupun orang suruhannya menelepon dan memaki-maki nasabah yang terlambat bayar. Tak jarang, dari percakapan yang beredar luas, kata-kata kasar yang merendahkan harga diri yang bersangkutan juga digunakan, termasuk ancaman yang sudah dapat dikatakan masuk ranah hukum.

Sikap ini tentunya tak jauh beda dengan rentenir yang juga menggunakan cara sama untuk menagih cicilan yang harus dibayarkan. Belum lagi cara menagih yang dinilai sangat mengganggu privasi nasabah. Misalnya pesan singkat yang dikirim ke seluruh kontak, yang meminta penerima mengingatkan anda untuk segera membayar utang dengan besaran dan lama tunggakan yang tertera sangat jelas. Dari mana mereka mengetahui kontak anda? Tak lain adalah ketika anda menyetujui aplikasi pinjaman online untuk mengakses data-data pribadi di ponsel, khususnya kontak yang ada simpan. Jika terlambat membayar angsuran dari tanggal jatuh tempo, pesan singkat dari perusahaan penyedia jasa sudah siap diterima oleh seluruh kontak yang anda miliki. Tentunya kita sendiri merasa dipermalukan jika informasi utang pribadi justru disebarluaskan, apalagi jika kontak kita berisi orang-orang penting seperti pejabat.

Dari sisi lain, yang bersangkutan memang memiliki utang yang harus dibayar sebelum jatuh tempo. Mau pinjaman dari perbankan atau lembaga keuangan konvesional lainnya, semuanya berlaku sama. Jika anda berhutang, tentu sudah menjadi kewajiban untuk dibayar, berapapun nominalnya. Risiko ini yang seringkali tidak dipahami atau disadari. Kebiasaan menunggak pada pinjaman konvensioal di layanan perbankan, dianggap juga bisa diterapkan. Hanya dengan membayar denda keterlambatan atau bunga yang lebih besar masalah dianggap akan selesai. Faktanya? 

Untuk itu jangan gampang menyetujui akses dari aplikasi yang akan kita install di ponsel pintar. Karena sekali saja anda menyetujui akses, maka kontak yang dimiliki akan dengan mudah digandakan oleh perusahaan penyedia jasa pinjaman. Jika kontak sudah dimiliki, maka dengan mudah si perusahaan tersebut juga akan mempromosikan pinjaman online kepada kontak yang kita punya melalui pesan singkat. Apalagi jika perusahan penyedia layanan kredit atau pinjaman online itu abal-abal dan ilegal bahkan terindikasi dalam investasi bodong. 

Yuk, simak informasi berikut untuk memastikan anda tidak akan menjadi korban dari aplikasi pinjaman yang terlibat dalam investasi bodong dan justru menimbulkan kerugian besar. Sebenarnya apa sih untung ruginya?

Pinjaman Online

Pinjaman jenis ini banyak diklaim kemudahannya oleh para nasabah. Kendati mudah dari segi syarat, namun anda juga harus berhati-hati ketika meng-install aplikasi pinjaman. Akan muncul notifikasi yang meminta persetujuan anda agar aplikasi tersebut dapat mengakses data diri kita, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di perusahaan tersebut.

Tak sekedar data pribadi, seringkali akses kontak juga diminta oleh aplikasi. Hal ini yang nantinya menjadi senjata pihak penyedia jasa pinjaman, agar dapat menagih kewajiban anda dengan menyebarkan pesan singkat ke seluruh kontak, agar mereka mengingatkan anda terhadap kewajiban yang harus dibayar. Pinjaman yang tidak seberapa harus dibayar dengan rasa malu karena disebarluaskan kepada rekan-rekan yang kontaknya kita simpan.

Namun pinjaman online juga memiliki keuntungan yang besar, loh. Selama tepat dan cermat memilih, maka kerugian tidak akan dialami dan proses kredit yang benar dapat anda nikmati hingga angsuran lunas. Seperti suku bunga yang cenderung rendah, produk yang tak kalah berbeda dari layanan perbankan, syarat yang mudah dilengkapi, dan tentunya adanya penyesuaian besaran angsuran per bulan sesuai dengan kemampuan finansial kita. 

Yang paling menjadi alasan utama memang mudahnya waktu berurusan. Pengajuan aplikasi kredit yang memakan waktu 1-3 hari untuk disetujui, tak perlu ke kantornya, cukup melalui situs atau aplikasi, dan verifikasi data bisa dilakukan via telepon. Anda masih bisa mengajukan pinjaman tanpa meninggalkan pekerjaan dan urusan penting lainnya.

Pinjam di Bank

Biasanya syarat yang diperlukan cukup rumit dan anda perlu datang ke bank terdekat untuk memenuhi prosesnya. Mulai dari wajib melampirkan dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, Kartu Kredit (kalau ada), nomor telepon pribadi dan kerabat, jaminan, hingga menjalani proses survey dari pihak bank.

Kadang tingkat suku bunga juga terbilang tinggi, yakni di atas 1 persen. Namun bukan tanpa alasan, kredit atau pinjaman yang anda ajukan rupanya turut mempengaruhi besaran suku bunga yang harus anda bayarkan tiap bulan. Jika anda memiliki jaminan yang nilainya besar, bukan tidak mungkin besaran pinjaman juga akan lebih besar dengan suku bunga yang rendah. Sebaliknya, jika anda hanya punya jaminan kecil, bisa jadi suku bunga yang jadi kewajiban anda  juga lebih besar. 

Meskipun diakui sangat rumit dan belum tentu berujung pada persetujuan terhadap pinjaman yang diajukan, namun meminjam atau berutang di bank jauh lebih aman dari berbagai risiko. Setidaknya, bank yang anda jadi nasabahnya tidak mungkin akan bangkrut dalam waktu dekat, bukan? 

Berdasarkan informasi yang dilansir di situs https://www.cekaja.com/kredit/pinjaman-online, tak semua layanan kredit atau pinjaman online itu merugikan loh. Yang paling penting adalah kita aktif melakukan tanya jawab dengan penyedia jasa dan mencari tahu kredibilitas dari perusahaan bersangkutan. Baik dari produknya, kemudahan pengajuan dan besaran angsuran, hingga komentar atau respon dari pengguna sebelumnya.

Posting Komentar

0 Komentar