Aiptu Sutomo, Polisi Pemrakarsa Bedah Rumah di Desa

Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia. Kondisi finansial yang kurang baik membuat beberapa orang harus tinggal di rumah yang tidak layak huni. Hal ini membuat hati seorang polisi bernama Sutomo tergerak untuk membantu tetangganya yang mengalami hal tersebut dan mulai memprakarsai program bedah rumah di Desanya.


Sosok Aiptu Sutomo
Aiptu Sutomo merupakan anggota kepolisian di Polres Banyuwangi. Sehari-hari pria yang lahir 44 tahun lalu itu bertugas sebagai Bhayangkara Pembina Kamtibmas (Bhabinkamtibmas) di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. 

Selain menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat, lelaki yang akrab disapa Pak Tomo ini juga berhasil membangkitkan kepedulian warga untuk membantu masyarakat sekitar. Beliau adalah orang yang menginisiasi program bedah rumah di desanya yang dikerjakan secara swadaya oleh warga desa.

Program Bedah Rumah Sutomo
Awal mula dari program bedah rumah di Desa Wringinpitu adalah ketika Pak Tomo dan warga sedang berbincang di warung kopi. Kemudian muncullah cerita salah seorang warga yang rumahnya sudah rusak. Mendengar cerita tersebut muncul ide untuk memperbaiki rumah tersebut dengan bergotong-royong. 

Niat Baik Sutomo disambut baik juga oleh warga sekitar. Obrolan warung kopi tersebut kemudian berkembang menjadi lebih serius dengan dibentuknya panitia kepengurusan hingga akhirnya ide tersebut disepakati oleh warga. Sutomo mengajak warga untuk iuran untuk biaya memperbaiki rumah warga yang sudah tidak layak huni. 

Setelah itu mulailah program bedah rumah ini berjalan. Sebelum memutuskan untuk membedah sebuah rumah, warga akan dikumpulkan untuk rapat dan mulai mengatur siapa yang menjadi penanggung jawab perbaikan rumah tersebut. kemudian mulailah dihitung anggaran yang dibutuhkan serta jadwal perbaikan yang dilakukan oleh satu tim.

Semua kegiatan renovasi rumah dilakukan dengan cara gotong royong oleh warga sekitar dengan bergantian setiap harinya. hal yang terpenting adalah semua yang dilakukan warga merupakan kegiatan sukarela tanpa adanya paksaan. Supomo tidak ingin ada warga yang merasa terbebani, bagi yang mau bantu silahkan, yang tidak mau tidak apa-apa.

Sejak program ini dimulai 4 tahun lalu sudah ada 13 rumah warga yang direnovasi. Tidak hanya merenovasi rumah yang tidak layak huni, ada juga beberapa rumah yang harus dibangun di atas tanah sewa dengan perjanjian tertulis antara pemilik tanah dan penghuni rumah. Surat perjanjian tersebut dibuat agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.

Setelah selesai Pak tomo akan kembali mengumpulkan warga untuk laporan pengeluaran selama proses pembedahan. Semua uang yang keluar masuk dicatat secara terperinci dan terbuka. Tidak hanya perbaikan rumah,  Sutomo juga menginisiasi pengadaan lampu jalan. Hal ini dikarenakan jalanan yang ada selama ini  kurang pencahayaan dan  membuat rawan kejahatan.

Allianz Wakaf
Apa yang sudah dilakukan oleh Sutomo patut kita apresiasi dan layak mendapat penghargaan Allianz Wakaf. Tindakan Sutomo sudah banyak membantu warga di desanya memiliki hunian yang layak. Niat baik dan tindakan Sutomo sangat menginspirasi tentang pentingnya kepedulian dan kebersamaan.

Anda juga bisa turut membantu kegiatan sosial seperti yang dilakukan Sutomo dengan asuransi wakaf Allianz. Dana wakaf tersebut akan disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan seperti Lulu. Allianz wakaf sudah terdaftar di Badan Wakaf Indonesia (BWI) sehingga seluruh dana yang disalurkan diawasi dan dilindungi. Laporannya dana juga bisa Anda pantau.

Sama hal nya dengan yang dilakukan Sutomo, asuransi wakaf  hadir untuk kebaikan dan demi kemaslahatan orang banyak. Berawal dari rasa peduli terhadap sesama, Sutomo membuktikan bahwa segala sesuatu bisa kita lakukan juga kita bekerja sama.

Posting Komentar

0 Komentar