Cairan Antiseptik Apa yang Paling Efektif Menyembuhkan Luka?

Gue Sehat

Antiseptic adalah salah satu produk yang hampir tidak dapat dijauhkan dalam proses penanganan luka. Antiseptic sendiri tidaklah lain adalah senyawa kimia yang fungsinya untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Bahkan juga antiseptic mampu membunuh kuman penyebab infeksi. Produk antiseptic di pasaran ada begitu banyak. Akan tetapi dalam pemilihan sebagai bagian dari cara menyembuhkan luka tidak boleh sembarangan. Ada jenis antiseptic yang kurang disarankan untuk digunakan dalam penyembuhan luka dan justru hanya akan menghambat proses penyembuhan bahkan menyebabkan iritasi.

Tidak jarang ketika merawat luka timbul rasa perih. Hal tersebut sering kali dikaitkan dengan cara merawat luka yang kurang tepat. Bukan hanya itu saja, sebagian pembersih luka serta antiseptic yang dipilih saat membersihkan luka bisa menjadi penyebab jaringan luka mengalami iritasi dan terasa perih.

Jelas penting untuk memahami bagaimana tips menyembuhkan luka pertama kali dan memilih jenis antiseptic dalam perawatannya. Berikut ini beberapa jenis larutan antiseptic yang umum digunakan untuk membersihkan luka dari yang paling efektif dan paling tidak disarankan.

1. Polyhexamethylene biguanide (PHMB)
Jenis antiseptic yang satu ini dapat membersihkan luka, merawat, melawan bakteri yang menyebabkan luka terinfeksi, dan juga penggunaannya tidak menimbulkan rasa perih. Bahkan PHMB pada sebagian masalah luka justru dapat membantu untuk mengurangi rasa perih yang sebelumnya ada. PHMB adalah jenis antiseptic yang paling direkomendasikan dalam merawat luka.

2. Povidone iodine
Kedua adalah povidone iodine yang merupakan larutan antimikroba yang efektif dalam melawan kuman penyebab infeksi. Akan tetapi saat ini pemakaian povidone iodine dalam membersihkan luka mulai kurang dipilih lantaran sifatnya dapat merusak sel jaringan sekitar yang tidak mengalami luka. Pemakaian jenis antiseptic yang satu ini dapat membuat iritasi dan juga menimbulkan rasa perih di area yang luka.

3. Hydrogen peroksida
Pemakaian hydrogen peroksida 3% dalam membantu penyembuhan luka masih menjadi hal yang diperdebatkan. Pasalnya, larutan antiseptic yang satu ini punya efek sitotoksik yang dapat merusak jaringan sekitar bagian luka. Oleh sebab itulah, hydrogen peroksida kurang disarankan untuk dipilih dalam penyembuhan luka.

4. Alkohol
Alkohol merupakan larutan disinfektan yang bisa membantu dalam menghancurkan kuman. Akan tetapi alkohol adalah jenis larutan antiseptic yang paling tidak direkomendasikan untuk membersihkan luka. Alasannya adalah alkohol bisa membantu jaringan sekitar luka terganggu dan justru bisa menghambat proses penyembuhan.

Nah, setelah mengetahui jenis antiseptic yang paling direkomendasikan untuk dipakai dalam penanganan luka, tentu Anda juga harus memahami langkah dan tips menyembuhkan luka sendiri di rumah untuk kategori luka ringan. Laman Gue Sehat di guesehat.com bisa membantu Anda untuk mendapatkan cara terbaik penanganan pertama pada luka.

Posting Komentar

0 Komentar